Dulu aku kurang gairah kerja, karena rasaku sulit mengelola keuangan dari gaji yang ada.Namun rupanya pemerintah kini perhatian padaku.Aku sudah mendapatkan tambahan gaji dari sertifikasi.
Tapi entah mengapa, semangatku hanya bertahan 3 bulan setelah PLG dan menerima dana itu.
Penyakit lamaku kambuh lagi.
Mulai terlambat masuk mengajar.
Santai di ruang guru, sementara muridku bergolak di kelas.
Apalagi anakku masih kecil-kecil.
Tidak masuk karena alasan ada urusan keluarga, alasan pesta, alasan mengurus sekolah anak dan banyak lagi.
Belakangan ini aku merasa kembali kurang uang, maklum;
Teken kontrak bahkan lebih 2 bank
Kredit Sepeda motor atau bahkan mobil.
Kawan-kawanku dah pada punya Laptop untuk mendukung KBM di kelas, tapi kok sayang rasanya mengeluarkan uang untuk itu.
Apalagi aku masih gaptek.
Programku pun masih asal jadi, maklum minta di buatkan kawan
Jadinya waktu masuk kelas sering kurang bahan, nggak ngerti apa yang mau ku sampaikan.
Sebenarnya nuraniku kadang berbisik, kau mau alasan apa lagi?
Nggak ada bedanya kau sama "Yang Mulia" itu,
Entahlah, .........................
Sabtu, 19 Mei 2012
Contoh pengolahan data sosimetri
Pada baris terbawah di peroleh, Pavorit 1, paporit 2 (yg banyak mendapatkan pilhan 1) untuk mereka tentu layanan yang di perlukan adalah layanan pemeliharaan dan peningkatan.Untuk pavorit 3 (yang banyak mendapatkan pilihan 2( diperlukan layanan pembinaan) sedangkan untuk Non Pavorit (tidak ada yg memilih) bisa di lakukan Bimbingan Kelompok, Konseling kelompok, atau konseling perorangan atau bisa juga biblio-konseling.Dan ini lah alasan mengapa kita perlu melaksanakan sosiometri, yaitu agar dapat menentukan siapa yang perlu di bantu dan jenis bantuan apa yang sesuai kita berikan.
Setelah di dapatkan hasil seperti ini, maka selanjutnya adalah membuat sosiogramnya menjadi seperti ini
Tanda kotak misalnya untuk melambangkan Lk dan tanda segitiga untuk lambang Pr.Agar mudah membaca data, sebaiknya warna tanda panah berbeda antara pilihan 1 dan 2.
Selain untuk bahan pelaporan kerja kita, maka yang tak kalah penting adalah follow up nya, jangan cuma berhenti di data.
Dalam hal pengolahan data seperti tabel di atas, serta pembuatan sosiogram, kita bisa buat kreasi sendiri, dan yang di buat di sini hanya contoh.Namun bagi kawan-kawan yang sedang PLPG, maka sebaiknya anda ikuti maunya tutor agar kita tak mengalami kendala.
Contoh Pelaksanaan Sosiometri
Selamat pagi anak-anak!
Kali ini Bapak ingin mengetahui,setelah kalian bergaul
selama 1 tahun di kelas VII,apakah diantara kalian sudah terjalin hubungan yang
baik diantara sesama kalian.
Apa yang akan kita kerjakan hari ini adalah suatu cara
bagaimana agar saya sebagai guru pembimbing dapat menentukan kira-kira bantuan
apa yang tepat saya berikan kepada kalian.Kalian tidak perlu menduga-duga bahwa
hal ini akan kalian lakukan dengan penuh kesulitan atau akan menyulitkan kalian.Nanti
Bapak akan membagikan kertas yang ada pada saya untuk kalian isi.
Isinya adalah pertanyaan sekitar teman yang kalian senangi
di kelas ini.Sekali lagi hanya di kelas ini .
Caranya ;
Tuliskanlah nama teman yang kamu sukai dan alasan kamu
menyukainya.Kalian diminta menuliskan sebanyak dua nama,dimana kalian akan
menuliskan nama pertama yang kamu senangi dan kemudian yang kedua.
Sekali lagi Bapak ingatkan,ini hanya berupa data isian
sebagai partisipasi kalian membantu tugas saya.Kalaian tidak perlu takut
misalnya akan di nilai, atau akan dipersalahkan.Tidak ada jawaban yang salah
dan tidak ada penilaian.
Data isian yang telah kalian isi akan Bapak minta
kembali.Tidak seorangpun yang akan membaca kertas isian kamu,kecuali Bapak,dan
Bapak berjanji akan menjaga teguh kerahasiaanya.Oleh karena itu isilah sesuai
dengan yang kalian fikirkan dan jangan meminta pendapat teman dan jangan
memperlihatkan jawaban pada teman.Kalau nantinya kalian mau melihat hasilnya
silakan jumpai Bapak sendirian,dan yang boleh kamu ketahui hanya data mengenai
kamu sendiri,bukan data teman kalian.
(membagikan kertas isian ke semua siswa)
__________________________________________________________________________________
Nama : Nomor
Kode :………………
Jenis Kelamin :
Kelas :
Teman
yang di senangi :
1…………………………………………,
karena……………………………………………………………............………….
2…………………………………………,
karena ……………………………………………………………………............................
Jika tidak mungkin untuk memberikan 1 lembar persiswa, maka bagian pengantar bisa di buat 1 lembar saja di bacakan oleh guru, dan lembar isian siswa bisa di buatkan untuk 4 siswa perlembar lalu di copi, guna menghemat kertas.Jika memang darurat, kantor tidak menyediakan kertas, bisa minta tolong ke siswa menyediakan kertas sendiri.
Nomor kode adalah untuk memudahkan saat pengolahan data, misalnya sesuai dengan nomor urut nama siswa sesuai buku absen.
|
Contoh angket analisis kebutuhan
Format Isian
angket ( di berikan kepada 3 siswa mewakili tiap kelas VIII/TP.2010/2011
Nama Siswa :
..........................................
Kelas :
.........................................
No
|
Pernyataan
|
S
|
C
|
K
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
|
Pengenalan lingkungan sekolah
Pengenalan
kegiatan ekstra kulikuler
Fasilitas
sekolah
Penanaman
rasa ketaqwaan kepada Tuhan YME
Remaja
dan kebutuhannya
Cara
mengatur waktu
Mengenal
bakat pada diri
Remaja
dengan pergaulan ahlak mulia
Meningkatkan
motivasi belajar
Membiasakan
sifat pemaaf
Membiasakan
mengucapkan salam
Pengenalan
Organisasi intra sekolah
Cara
berkomunikasi yang baik
Masa
puber dan ciri-cirinya
Kebiasaan
menghargai pendapat orang lain
Menghindari
pergaulan bebas
Mengenal bahaya
NAPZA
Cara
mengambil keputusan yang baik
Mengisi
waktu senggang
Menjaga
kelestarian lingkungan sekolah
Membiasakan
hidup hemat
Kebiasaan
menolong sesama manusia
Mematuhi
tata tertib sekolah
Membiasakan
prilaku jujur
Cara
penggunaan fasilitas Sekolah
Pembiasan
hidup sehat
Hak
dan kewajiban siswa
Memahami
peraturan lalu lintas
Pembiasaan
berpakaian rapi
Persiapan
menghadapi ujian
Menyikapi
nilai pelajaran yang rendah
Memahami
kelemahan diri
Cara
bekerja sama yang baik
Cara
belajar yang efektif
|
Jumat, 20 April 2012
Lawakan yang mempengaruhi kekerasan anak
Oh .....betapa melelahkan menjadi seorang guru.Utamanya sebagai guru BK.Betapa tidak, kita harus lebih kerja keras lagi untuk membina mental siswa karena begitu banyak rintangan yang melanda.
Dalam posting kali ini saya ingin menyatakan betapa lawakan di Stasiun TV juga sudah tidak lagi membawa misi sebagaimana layaknya lawak yang memberi kesegaran jiwa.Sebagiannya sudah bagai onggokan sampah yang tak berguna, bahkan menjadi sumber rusaknya moral hanya demi uang.Lihatlah lawakan sekarang ini:
1.mengejek kekurangan orang lain; bibir monyong, gigi manyun, hidung pesek, badan cebol, kepala botak
2.mempermainkan kepala dengan di siram tepung, mempermainkan mulut dgn memasukkan entah apa saja, mendorong-dorongkan kepala sambil di iringi lagu.Saat ini sudah di tiru siswa mempermainkan kepala teman sambil menyanyikan "iwak peyek"
3.Tidak segan segan mengikutsertakan nama orangtua seseorang dengan nada merendahkan.
4.Menghina agama dengan kata" dia ini nggak cocok jadi cover boy, cocoknya jadi cover "YAASIN", na'uzu billahi min zalik.
5. lawakan mentertawakan laki-laki pakai celana pendek, padahal yang mentertawai perempuan pakai celana pendek, seolah aneh, malah menganggap salah, padahal yang paling salah ya perempuan pakai celana pendek.
Betapa seringnya kita sebagai sorang guru mengajarkan sopan-santun kepada siswa, tapi ada saja mengajari lain melalui lawakan, seolah-olah yang mereka pertontonkan bagai hal yang lumrah saja.
Ahhhhhhhhhhhh, cape deh...
Dalam posting kali ini saya ingin menyatakan betapa lawakan di Stasiun TV juga sudah tidak lagi membawa misi sebagaimana layaknya lawak yang memberi kesegaran jiwa.Sebagiannya sudah bagai onggokan sampah yang tak berguna, bahkan menjadi sumber rusaknya moral hanya demi uang.Lihatlah lawakan sekarang ini:
1.mengejek kekurangan orang lain; bibir monyong, gigi manyun, hidung pesek, badan cebol, kepala botak
2.mempermainkan kepala dengan di siram tepung, mempermainkan mulut dgn memasukkan entah apa saja, mendorong-dorongkan kepala sambil di iringi lagu.Saat ini sudah di tiru siswa mempermainkan kepala teman sambil menyanyikan "iwak peyek"
3.Tidak segan segan mengikutsertakan nama orangtua seseorang dengan nada merendahkan.
4.Menghina agama dengan kata" dia ini nggak cocok jadi cover boy, cocoknya jadi cover "YAASIN", na'uzu billahi min zalik.
5. lawakan mentertawakan laki-laki pakai celana pendek, padahal yang mentertawai perempuan pakai celana pendek, seolah aneh, malah menganggap salah, padahal yang paling salah ya perempuan pakai celana pendek.
Betapa seringnya kita sebagai sorang guru mengajarkan sopan-santun kepada siswa, tapi ada saja mengajari lain melalui lawakan, seolah-olah yang mereka pertontonkan bagai hal yang lumrah saja.
Ahhhhhhhhhhhh, cape deh...
Senin, 12 Maret 2012
Bibliokonseling, salahsatu jenis layanan tak langsung
Membantu siswa memcahkan permasalahannya tidak harus dengan layanan langsung face to face.Adakalanya kita bisa mengupayakan nya dengan jalan memanfaatkan siswa itu sendiri.Misalnya kita menemukan bahwa tingkat hubungan sosial siswa kelas tertentu kurang baik, maka kita bisa mencarikan jalan untuk membantu mengakrabkan atau meningkatkan hubungan sosial tersebut dengan jalan bibliokonseling.
Caranya :
-Akan lebih baik jika topik yang kita ambil berdasarkan data yang kita peroleh, misalnya dalam hubungan sosial, tentu saja dengan "sosiometri".Dari Sosiogram yang ada maka kita lakukan tindaklanjut.
-Kita berikan tugas untuk membahas topik " Temanku sangat berarti bagiku" (hanya contoh)
-Kita bentuk kelompok dinamis, dimana antara siswa favorit dan non favorit di gabung.
-Kita beri mereka tugas, mengumpulkan informasi mengenai topik yang kita berikan.
-Dalam hal untuk pelaporan, kita beri mereka pilihan apakan dalam bentuk tulisan atau klipping dll.
-Setiap kelompok kita beri kesempatan untuk presentase.
Dari hasil kerja seperti ini kita berharap:
-akan terbuka pikiran siswa dan bertambah wawasan mereka akan pentingnya "berteman".
-hubungan diantara siswa semakin dekat
-terjadinya perkelahian akan bisa di minimalisir
Hasil kerja mereka dapat kita jadikan sebagai lampiran untuk laporan kerja kita, termasuk jika ada pemeriksaan oleh pengawas.
Caranya :
-Akan lebih baik jika topik yang kita ambil berdasarkan data yang kita peroleh, misalnya dalam hubungan sosial, tentu saja dengan "sosiometri".Dari Sosiogram yang ada maka kita lakukan tindaklanjut.
-Kita berikan tugas untuk membahas topik " Temanku sangat berarti bagiku" (hanya contoh)
-Kita bentuk kelompok dinamis, dimana antara siswa favorit dan non favorit di gabung.
-Kita beri mereka tugas, mengumpulkan informasi mengenai topik yang kita berikan.
-Dalam hal untuk pelaporan, kita beri mereka pilihan apakan dalam bentuk tulisan atau klipping dll.
-Setiap kelompok kita beri kesempatan untuk presentase.
Dari hasil kerja seperti ini kita berharap:
-akan terbuka pikiran siswa dan bertambah wawasan mereka akan pentingnya "berteman".
-hubungan diantara siswa semakin dekat
-terjadinya perkelahian akan bisa di minimalisir
Hasil kerja mereka dapat kita jadikan sebagai lampiran untuk laporan kerja kita, termasuk jika ada pemeriksaan oleh pengawas.
Sabtu, 10 Maret 2012
Mohon sharing pengalaman
Membantu siswa mencari alternatif penyelesaian masalah, memang sudah merupakan tugas BK sehari-hari.Kenyataannya mereka mudah di ajak bicara dan mudah menemukan jalan penyelesaian masalah.Khusus dalam hal berkelahi, mereka tidak sulit untuk di ajak damai dan itu mereka lakukan dengan suka -rela dengan sentuhan lembut yang kita berikan, sehingga mendapatkan jalan keluar yang adil dan sama-sama senang.Anak-anak biasanya gampang melupakan masalahnya dan bahkan mereka kembali akrab dalam waktu yang tak begitu lama.
Kendala yang lebih sulit jika ternyata orangtua ikut campur.Beberapa kali terjadi kasus belakangan ini yang saya tangani, malah makin rumit jika mengikut sertakan orangtua.Karena ternyata ada juga yang memanfaatkan kasus tersebut jadi ajang cari "uang jajan".Minta uang pengobatan yang tak masuk akal, seperti biaya Sanning, biaya obat, biaya transport berobat, biaya kusuk , paulak tondi (semacam benda atau uang yg di berikan agar anak kembali ruh ke badannya), upah-upah dll, yg menurut saya sangat keterlaluan.
Lantas mengancam dengan jabatan yg ia miliki, entah dosenlah, dokter, polisi, preman, wartawan, anggota dewan dll.
Terus terang saya agak bingung kalau jumpa orangtua seperti ini.
Buat kawan -kawan Guru BK, mohon berkenan untuk sharing pengalamannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

