Selasa, 25 Oktober 2011

Mungkin Anda butuh yang satu ini

Anda sudah gabung di FaceBook (FB)?.Baik anda sudah gabung atau belum, tidak masalah karena yang akan saya sampaikan ini bukan tentang FB, tetapi sejenisnya yang juga merupakan situs pertemanan.Namanya DigieClub.
DigieClub merupakan website Komunitas (kelompok pertemanan) + Peluang Usaha Digital dimana dengan bergabung di DigieClub, Anda bisa mendapatkan banyak teman baru, mengupdate status, dan juga mendapatkan peluang usaha digital dengan penghasilan hanya dengan mengikuti sistem  DigieClub yang sudah bisa berjalan dengan sendirinya!
Tentu menarik ya.Gaya pertemanannya persis FB, jadi nggak susah untuk mengikuti.Memang ada bedanya dengan FB dalam hal keanggotaan.
Ada 2 jenis keanggotaan DigieClub, yaitu :
Member Standard : Bisa melakukan update status (hanya dilihat teman), update mood, menambah teman, mengirim pesan, smiley dan testimonial. Plus mendapatkan penghasilan per klik & afiliasi. Biaya pendaftaran untuk Member Standard GRATIS!
Member Premium : Mendapatkan semua fitur Member Standard. Plus bisa melakukan update status publik (bisa dilihat semua member), penghasilan per klik & afiliasi yang jauh lebih besar, mendapatkan penghasilan dari UsahaDigital, mendapatkan Acccount Premium Connecti.Biz, dan mendapatkan GRATIS Hosting 1GB!
Dapatkan juga penghasilan melimpah di DigieClub! Melalui DigieClub, Anda bisa mendapatkan 3 (tiga) jenis penghasilan :
 Penghasilan Per Klik : Dapatkan sampai Rp 10/klik jika ada yang klik link Anda, jadi setiap klik yang Anda dapatkan tidak sia-sia( kelihatannya dikit, tapi jika di kalikan dgn pengguna internet, tentu lain halnya)
 Penghasilan Afiliasi : Dapatkan bonus dengan mengajak teman Anda bergabung ke DigieClub dan menjadi teman Anda!
 Penghasilan UsahaDigital : Dapatkan penghasilan dari usaha digital yang mencakup produk internet, hosting, paket toko online, website, pulsa, komputer dan game yang bisa Anda jual atau pakai sendiri!
Sekedar tau aja dulu, silakan baca di SINI

Rabu, 12 Oktober 2011

Ada apa dengan website unimed

Hari ini tanggal 12 Oktober 2011, kurang lebih minggu ke dua nungguin pengumuman hasil PLPG gelombang III Unimed.Tiap hari di tungguin karena ingin cepat tau hasilnya.Entah ada yang usil atau bagaimana, tapi kok waktu di buka pada pukul 16.00 WIB, ada pernyataan Firefox atau Google bahwa account Unimed di suspend.Seperti ini:


Padahal di lihat di previewnya masih ada, seperti yang terlihat ini:
Wah bikin bingung juga.Mudah-mudahan cepat pulih.Soalnya sebagai alumni sedih rasanya kalau Unimed mengalami masalah.Tapi saya yakin akan cepat pulih.Saya berharap Unimed selalu berhati-hati dengan websitenya.Semoga. 
Update 13 Oktober 2011
Rabu 12 Okt 2011 ,Pukul 16.30 website kembali normal.
Kamis 13 Okt 2011, saya buka pukul 08.00 website kena hack dan masih berlangsung sampai 08.31 , yg tampil seperti ini;
Jahat sekali.Padahal ini untuk kepentingan masyarakat luas.


Selasa, 11 Oktober 2011

Silabus atau analisis kebutuhan

Hal yang hingga saat ini belum ada kesepakatan dalam BK adalah dalam hal penyusunan Program.Berdasarkan apa kita menyusun Program.Berdasarkan Silabus atau Analisis Kebutuhan.Jika berdasarkan silabus,maka saya sering bertanya, Silabus mana yang di pakai , saya cari di BSNP nggak ketemu.Lantas kalau itu yg di buat/di hasilkan dari diklat orang terdahulu,mengapa harus itu?.Terserah kita semua,mau pakai yang mana, tapi bagi saya lebih masuk akal kalau pakai analisis kebutuhan.
Alasannya:
-KTSP mengisyaratkan bahwa setiap satuan pendidikan berhak menetukan sendiri kurikulum untuk mereka sesuai dgn kebutuhan di mana bidang study di sesuaikan dengan SK dan KD.
-Setiap sekolah bisa berbeda kebutuhan/masalah siswa nya.
-Keseragaman belum tentu sesuai untuk semua sekolah/siswa
-Kita lebih fokus dan terarah , karena mengetahui layanan apa yang sebenarnya di butuhkan siswa dari BK
-Menghindari Satlan yg sia-sia
Namun, kembali semua terpulang kepada kita.Meski kadang hati tak terima, namun demi amanya dalam melaksanakan tugas, tentu kita harus mempertimbangkan apa yg sesuai dengan pengawas BK.Sebab apapun itu, kita masih terikat dengan nilai yg di berikan oleh pengawas.Kita tentu berharap tugas kita kedepan semakin jelas di mana posisi kita dan dengan dasar hukum yang jelas, sehingga kita tidak dalam posisi meraba.Sebab di PLPG sendiri pun masih berlaku silabus dan tugas perkembangan.Bagaimana menurut anda sebagai BK, mari berbagi dan beri komentar demi kemajuan profesi BK.

Jumat, 30 September 2011

Contoh Praktek BIMBINGAN KELOMPOK (Topik Tugas)

Lagi PLPG, atau uktuk keperluan mendukung pekerjaan anda sehari-hari, saya buatkan contoh Bimbingan Kelompok.Bimbingan Kelompok ada yang Topik Tugas, dan ada yang topik bebas.Topik Tugas berarti topiknya sudag di tentukan karena masalah yang akan di tangani adalah masalah yang sama , misalnya siswa yang terlambat, siswa cabut, dll.Jadi misalnya beberapa siswa di jadikan sebagai peserta Bimbingan Kelompok, maka judul untuk Bimbingan Kelompok ini adalah :Terlambat Hadir mengikuti pelajaran.
Sedangkan topik bebas adalah Bimbingan Kelompok yang dilaksanakan di mana masing masing peserta memiliki masalah yang berbeda, maka topik yang akan di bahas adalah berdasarkan prioritas masalah siapa di antara peserta yang akan di bahas lebih dulu sesuai kesepakatan peserta.
Untuk contoh Topik Bebas, bisa kawan dowload di SINI.
Satu aja dulu ya, kalau nggak keberatan kasi komentar juga,biar bisa lebih baik lagi.

Selasa, 20 September 2011

Membuat "Kotak Masalah" untuk bahan Laporan

Kotak Masalah apakah anda punya?.Kalau belum ,maka mulailah buat dari sekarang agar siswa yg malu-malu bisa menggunakannya.Kalau sudah punya , maka item ini bisa menjadi salah satu item Laporan yg mendapat nilai di penilian PLPG.
Contoh Laporannya begini
SMP Negeri.....................

Kotak masalah
Kotak masalah ini di peruntukkan bagi siswa yang ingin masalahnya di bahas, namun siswa tersebut tidak punya keberanian untuk menyampaikannya langsung kepada Guru Bk, atau karena takut ketahuan oleh kawan-kawannya.
Siswa boleh menyampaikan permasalahannya melalui kotak surat ini dengan memilih cara yang ia sukai tentang bagaimana Guru BK membantunya, bisa berupa meminta janji pada waktu yang ia rencanakan untuk konsultasi, dibalas melalui surat maupun email.
Silakan photo kotak masalah yg anda buat, tempelkan di kertas polio, lalu tulis keterangan di bawahnya.Atau kalau anda bisa Komputer, upload photonya ke komputer, masukkan ke Microsoft Word, lalu buat keterang, lalu print.Selesai deh, dan anda bisa membuatnya sebagai lampiran berkas PLPG anda (bagi yg belum sertifikasi ).Kan lumayan.................

Kekecewaan yg berakibat melelahkan

PLPG 2011 kembali di laksanakan untuk Sumatera Utara.Ribuan peserta secara bergantian di latih melalui beberapa gelombang.Tentu saja di harapkan setelah mendapatkan latihan dari tutor yang profesional,maka guru juga nantinya menjadi profesional, termasuk guru BK yang bisa di katakan sangat punya peranan penting dalam disiplin dan keberhasilan siswa.
Sedikit terbersit kekecewaan dari wajah dan ucapan para tutor BK saat ini, bahwa sebagian dari peserta ternyata bukan guru BK yang pernah mengenyam pendidikan BK di Institut maupun di Universitas.Ada yang berasal dari guru Bidang Study yang saat ini bidang study yg ia asuh tidak lagi di ajarkan di sekolah.Ada pula (mungkin) yang punya ijazah instant, dan ada pula dari yang tadinya pimpinan sekolah sekarang jadi pengawas juga mengambil spesialisasi BK.
Banyaknya temuan para tutor, bahwa mereka ini sebagian besar ternyata tidak punya kompetensi dalam merencanakan dan melaksanakan tugas BK, seperti tidak bisa bikin Program, tidak bisa bikin Satlan/Satkung, apalagi menangani siswa, menyebabkan sebagian guru BK yang memang asli jurusan BK kewalahan.Bagaimana tidak, tutor terpaksa ( menurut saya terpaksa) membebani tugas dengan mewajibkan laporan semua harus asli tulis tangan dan tidak boleh di ketik untuk menghindari copy paste, sekaligus membiasakan guru terlatih.Para tutor mungkin berharap setidaknya ada yang bisa di ingat sewaktu menuliskan laporan atau tugas yg di berikan oleh tutor.
Lelah, dan memang cukup melelahkan.Saya kasihan melihat teman saya yang harus menulis seharian di hari Minggu ( 18-9-2011) mulai pagi sampai jam 02.00 pagi lagi, cuma istirahat makan dan sholat.Tidur jam 02.15 pagi bangun jam 04.30 pagi (senin) nulis lagi, itupun belum semua kerjaan kelar.Saya yang berniat membantu nulis, nggak di bolehkan, karena harus tulis tangan sendiri.Untungnya teman saya ini sudah punya bahan jadi tinggal salin.Coba kalau belum ada bahan, capeknya pasti bertambah karena harus memulai dari awal.
Meski melelahkan, saya tetap mensupport teman saya, karena tutor tentu bertujuan baik, agar BK tidak di sepelekan, jadi tempat buangan, guru yg tak punya pilihan, merasa bahwa BK paling gampang atau mungkin di anggap gampangan.Mereka yg menganggap spele tugas BK, lalu masuk jadi BK baru tau bahwa BK itu bukan main-main.Kalau sudah masuk BK, jadilah BK sepenuhnya.
Apa mungkin bisa?.
Kalau ada kemauan, pasti bisa.Teman saya juga dari jurusan ketermpilan, tapi saya salut karena dia punya kemauan yang kuat, bahkan sekarang ia mulai mencintai tugasnya membantu dan menyayangi siswa asuhnya.Bahkan mengalahkan yg asli BK ( asli jurusan BK tapi pemalas).
Melalui blog ini juga saya ingin menyampaikan salut Kepada Ibu Zuraidah (Dosen FIP Unimed, sekaligus Tutor BK di PLPG 2011), saya menyetujui kebijakan Ibu, meskipun melelahkan, tapi Guru BK harus Profesional.
Jangan lagi ada image miring terhadap BK; polisi sekolah, piket, tukang bel/lonceng, impal (serap), tukang hukum, santai dllsb.
Hari ini teman saya bilang " capek memang, tapi rasanya tambah banyak ilmu dan pengalaman" dan hari ini kami tinggal Praktek Konseling, besoknya terakhir praktek Bimbingan Konseling.
Saya lega mendengar pengakuannya.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Dari sosialisasi pendidikan berkarakter untuk BK,PA dan PKN

Satu yang paling saya ingat hingga saat ini saat itu waktu saya duduk di bangku MTs , saya bertanya kepada Ibu Guru, "buk, bagaimana syarat baiknya suatu kelompok?" maka jawaban yang saya dapat pada waktu itu."Berbuatlah yang baik, dan mulailah dari dirimu sendiri".Akan halnya dengan pelatihan pada tanggal 28 dan 29 Juli 2011 mengenai Pendidikan Berkarakter, yang di khususkan pada Guru BK,PA dan PKN, seyogianyalah hendaknya membawa angin segar agar perbaikan pendidikan di negeri ini, yang sudah sangat luluh laltak sejak di jadikannya nilai UN sebagai bagian dari syarat kelulusan siswa.Maka sejak itu, mutu tidak begitu penting, karena siswa dan guru sama -sama mengarahkan pandangannya ke angka-angka yang tentunya ke angka yang tinggi.Efek samping yang sangat memprihatikankan adalah runtuhnya sendi kejujuran.Bahkan guru mampu mengajari siswa nya untuk tidak perlu jujur.Kalau di jaman saya, matia-matian belajar untuk menghadapi ujian akhir, maka pada zaman canggih ini, siswa hanya perlu nungguin SMS, dan sesudah itu selesai sudah.
Dengan adanya sosialisasi ini, kiranya para guru mampu menjadi benteng utama untuk membantu siswa memahami diri dan kemampuannya sehingga ia dapat berbenah di bantu oleh guru, orangtua dan lingkungannya.Guru juga harus punya komitmen untuk tidak mengambil jalan pintas membatu kelulusan siswa dengan mengorbankan norma.
Suatu kesempatan saya diberi waktu untuk bertanya pada forum sosialisasi ini.Saya hanya bertanya, mengapa kita harus berbuat culas untuk UN, dan mengajari siswa kita juga berbuat culas, rasanya telah ikut andil membangun generasi culas.Sang Tutor menjawab," percayalah pak, pasti perlahan akan ada perubahan, tapi yang pasti kita tidak tau kepada siapa kita mau  bertanya di negeri ini"
Dengan bahasa seperti itu saya sangat kecewa, di tambah lagi katanya " mungkin bapak bilang gitu karena anak bapak nggak ada yang lagi ujian".Asal tau saja, pada saat itu anak saya yang satu UASBN di SD tanpa di ajari siapapun termasuk pihak sekolah, tapi dengan bangga saya katakan bahwa nilai yang ia peroleh 8,5 -9,5. yang satunya lagi UN SMP dan yang ini cukup mengecewakan karena ia termasuk sang penunggu SMS itu.Sedangkan yang satunya lagi ikut SNMPTN , syukur lah ia lulus di FT Unimed.
Padahal jawaban yang saya mau, " OK mari kita komitmen dan buat tanda tangan, kita sampaikan kepada Menteri Pendidikan Nasional, agar UN tidak menjadi syarat kelulusan melainkan hanya untuk pemetaan mutu", maka saya sudah puas, karena menurut saya itu yang menjadi biang kerok dari permasalahan ini.