Sabtu, 06 Februari 2010

Bedah Rumah

Betapa akhir-akhir ini kita sering disuguhi tontonan yang menjemukan dari stasiun TV berupa ulah para petinggi dan penguasa negeri ini hingga mereka lupa bahwa mereka sebenarnya telah mengganggu jalannya pemerintahan, membuat pemerintah tidak konsen dalam menjalankan tugasnya.Padahal sebenarnya akan lebih baik jika masalah yang mereka ributkan diselesaikan melalui jalur hukum yaitu KPK.
Lihatlah betapa masih banyak permasalahan dinegeri ini yang perlu dicarikan solusinya.Harga beras bernjak naik, harga minyak tanah melebihi harga premium,listrik yang sering mati hingga banyak merugikan rakyat,jalan yang sudah rusak atau yang sengaja dirusakin.Syukurlah diantara keriuhan bertita itu, ada berita yang sangat mendidik dan dapat melegakan hati.Berita yang di maksud adalah acara Bedah Rumah.Pembawa acara, pelaksana dan donaturnya adalah orang yang jauh lebih mulia daripada mereka yang duduk digedung sana dengan julukan "yang mulia", karena mereka tak perlu kasak kusuk, apalagi sampai menghina pemerintahnya.Mereka lakukan tugas mulia dengan penuh ikhlas.Lihatlah Mbak Ratna Listi yang begitu anggun, pengertian, tulus, tanpa jijik, tanpa malu-malu memeluk orang miskin yang rumahnya di bedah.Mereka tidak sibuk bergunjing, tidak bicara ngalor-ngidul, tapi mereka berbuat dan lihatlah betapa mereka membagikan kesenangan bagi rakyat miskin.
Mereka pantas dijadikan contoh oleh siapapun.Kita saksikan, mana yang lebih baik, cuma ngomong?, cuma menghujat?, cuma cari kesalahan?, cuma bangga dengan gelar pemuka agama, gelar pemuka masyarakat, gelar wakil rakyat, atau mereka yang langsung terjun membantu masyarakat tanpa basa basi?.
Jadi mengapa harus menghujat,padahal belum ada dasar hukumnya sama sekali bahwa orang yang kita hujat melakukan tindak pidana.Jangan berbuat rendah dengan mengumpamakan orang seperti hewan, karena jika di kaji lebih dalam, itu hanya membuka kedok kita bahwa daya nalar kita hanya sebatas daya nalar hewan itu sendiri.Akan lebih baik jika kita mampu berbuat kebaikan untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah, seperti yang telah dilakukan oleh tim Bedah Rumah.Bagi kita yang tak mampu melakukan kebaikan sebesar itu, lakukanlah kebaikan sekecil apapun, atau paling tidak diam, maka itu akan lebih baik.
Sukses tim BEDAH RUMAH, tuhan meridhoi, " orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain".

Jumat, 05 Februari 2010

Menanamkan budi pekerti

Iba rasanya sebagai guru melihat cara menyampaikan pendapat oleh para pendemo di negeri ini.Apakah kita sebagai guru telah gagal dalam mendidik?.Beberapa tahun silam ada usulan sebagian kalangan dan ini termasuk menyedihkan karena juga disampaikan oleh orang yang kita anggap pantas menjadi panutan, bahwa sebaiknya pendidikan Agama dihapuskan saja dari Kurikulum Pendidikan Nasional, karena hal itu merupakan urusan pribadi masing-masing.Ketika Lembu SiBuYa di arak ikut demo, hati semakin heran dan bertanya.Sudah sebegitu parahkan kesalahan President kita? pemimpin yang mestinya kita bela dan hormati, agar negara lain juga menghormati bangsa ini.Namun aneh bin ajaib.Ketika hal itu ditanyakan pada seorang yang punya titel Profesor, dengan gamblang ia berkomentar." itu hanya merupakan kebebasan ber-ekspressi, terserah orang bagaimana caranya dan menggunakan media apa dalam ber-ekspressi, SBY (tanpa menyebut pak) tak perlu tersinggung.Dan disaat itu pula kita sebagai guru hanya bisa terdiam.Entah kalau yang ber-ekspressi dengan Lembu itu nggak pernah menjalani pendidikan seminimal SD, ya mungkin maklumlah.
Kembali ke masalah usul penghapusan Mata Pelajaran Agama ( gagal memang ), ditambah lagi penghapusan aturan pakaian seragam sekolah ( sekolah dengan pakaian bebas ) , itu kursus namanya ya kan? Padahal lihat saja sendiri, saat acara maulid sajapun kalau pakaian siswa tak dibuatkan aturan, maka betapa banyak siswa yang menggunakan pakaian yang tak pantas dipakai dalam acara maulid ( baju ketat, celana jeans ketat, lalu pakai tutup kepala, selesai).Lantas ada lagi paradigma baru pendidikan saat ini, bahwa guru tak boleh marah, tak boleh menghukum siswa, biarpun siswa salah, bandel, guru harus tahan diri dan membujuk agar siswa bisa berubah.(guruuu juga manusia ).Yang buat usul itu kan nggak ngerasai jadi guru, yah tentu omong, cuma berdasarkan selera.Akibatnya kita akan melihat nanti di kemudian hari, pendidikan hanya akan menghasilkan orang bisa menguasai ilmu, tapi tidak terdidik utk.punya kendali emosional dan sopan santun.
Hendaknya pendidikan diberi otonomi khusus, bagaimana ia mengelola pendidikan termasuk menangani siswanya.Jika hukuman yg diberikan sudah menyebabkan kerugian moral, dan sakit/cacat badan, silahkan di proses secara hukum( karena guru yang beginianpun, mungkin dulunya lulus pake dana, dan pelarian daripada nggak dapat pekerjaan).Saya kira kejadian yang kurang menyenangkan di dunia pendidikan itu hanya merupakan kejadian yang punya presentase sangat kecil.Mengapa saya mengusulkan agar sekolah punya otonomi, karena saya melihat dan menyaksikan sendiri,bahwa mutu lulusan dari sekolah yang menerapkan aturan yang cukup ketat dalam pengelolaan pendidikan, ternyata lebih baik dari pada yang tidak.Saya melihat sekolah seperti ini misalnya SMA Negei 1 Plus Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, nyata bahwa sekolah  ini mampu menghantarkan siswanya ke jenjang perguruan tinggi Pavorit, dan minimal 70% mereka lulus memasuki perguruan Tinggi dan mereka banyak dikagumi.Paling tidak, jika lulusan SMA ini melamar hanya dengan menggunakan Ijazah SMA nya pada Bank dan Perusahaan Swasta, biasanya mendapat prioritas di pertimbangkan lebih dulu.Kaitannya denga budi pekerti, bahwa guru mereka terdiri dari orang yang punya kebiasaan bicara lemah lembut, tutur sapa yang sopan, namun didalam nya ada ketegasan.
Modal budi pekerti mereka , ternyata mampu menjadi contoh dan tauladan bagi para siswanya untuk berbuat hal yang sama.Sekolah ini menyediakan fasilitas untuk pembinaan ibadah dan budi pekerti bagi semua siswa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.Toleransi antar umat beragama sangat dipelihara.Disana tak akan di jumpai kebiasaan mengumpat, mencela, mencaci.Maka hasilnya pun di harapakan mereka ini adalah orang yang berguna bagi pembangunan bangsa, bukan sebagai orang yang selalu sibuk mencari kesalahan orang lain.Yang disebut ide kreatif adalah ide yang dengannya membawa manfaat dan kenyamanan bagi orang lain, serta mampu memberikan solusi bagi jalan keluar dari permasalahan.Bukan cuma bilang salah tapi ketika ditanya yang benarnya bagaimana, ternyata ia pun tak tau.Bayangkan jika disebuah perkampungan, anda sedang cari alamat, lantas ada yang menyapa anda " bung! anda salah jalan".Dan ketika anda tanya kemana arah yang benar, ia juga tak tau.Maka yang pantas tentunya anda spontan menyilangkan miring jari telunjuk anda di kening anda.

Senin, 01 Februari 2010

Pengawasan dan pengaruhnya terhadap kelulusan siswa

Komputerisasi dalam pemeriksaan Lembar Jawaban Komputer (LJK) telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini.Cara ini pun sudah di berlakukan mulai dari pelaksanaan UAS-BN, UN hingga SNMPTN.Mengenai hasilnya, sangat tergantung kepada pengelola.Untuk SNMPTN, kelihatannya lebih cepat hasilnya di umumkan ketimbang SMP.
Dalam pelaksanaan UN, peran pengawas ruang sangatlah penting.Akan kelihatan mana pengawas yang mengerti akan tugasnya dengan yang tidak.Dalam rapat yang pernah saya ikuti, saya pernah meminta agar aturan mengenai tidak bolehnya pengawas mengawasi peserta satu persatu, tidak di paku mati.Hal itu hanya bisa dilakukan apabila peserta sudah mulai mengisi LJK untuk menjawab soal yang ada.Namun sebelumnya yakni pada saat 15 menit pertama, waktu yang disediakan untuk pengisian data siswa, maka aturan seperti itu harus ditiadakan.Alasannya bahwa tidak semua peserta mampu mengisi data LJK dengan baik antara lain;
1.tidak mengerti menghitamkan sesuai kolom setiap huruf atau angka yang ditulis sebagai data, misalnya nama (apalagi namanya panjang), tgl.lahir,nomor peserta.
2.tidak mengetahui bahwa LJK yang cacat seperti terlipat, basah karena keringat, dapat menyebabkan error sewaktu LJK diperiksa OMR.
3.tingkat kedalaman warna sewaktu menghitamkan.
Jadi untuk ini, pengawas sebaiknya yakin terlebih dahulu bahwa data yang telah diisi oleh peserta sudah benar baik dari segi isi data itu sendiri maupun kedalaman warna.
Celakanya memang, di akui atau tidak masih ada sebagian guru yang malah kurang punya pemahaman untuk itu.Kedua hal ini tentu dapat merugikan peserta, karena jangankan jawabannya benar, malah LJK tak dibaca oleh OMR alias error, yang artinya tidak ada nilai.Syukur kalau petugas OMR nya jeli dan punya kreativitas tinggi dalam bekerja sehingga ia mau melakukannya secara manual.Karena bukan tidak mungkin siswa tidak lulus bukan karena jawabannya salah melainkan karena pengisian LJK yang salah.

Kamis, 28 Januari 2010

Valentine Day, sudah tepat sasarankah

Hari yang dinanti-nanti oleh sebagian orang akan tiba sekirar 2 pekan lagi.Hari yang sangat diagungkan oleh sebagian orang, dimana mereka akan mengaktualisasikan wujud kasih sayang, terutama sekali oleh kawula muda.Valentine Day sudah begitu lama merambah di negeri ini, namun sejauh yang kita saksikan siapakah sebenarnya yang menjalani dan merasakan kasih sayang itu.Benar bahwa kasih sayang adalah sesuatu yang agung.Islam mengajarkan melalui Hadits Nabi Muhammad saw " Tidak diakui kamu termasuk orang beriman, sebelum kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri".Nasrani mengajarkan " kasih " sebagai yang utama.Begitulah hendaknya manusia diciptakan agar dapat merasakan kasih sayang diantara sesamanya, dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu namun tetap berpedoman pada ajaran agama. Apakah yang kita lakukan selama ini,sudah sepenuhnya merupakan wujud kasih sayang yang lahir dari hati sanubari kita? atau hanya terbatas anatara kita yang berteman, yang sederajat, sanak family.Sudahkah kita juga mengaktualisasikan kasih sayang kita dengan memberi perhatian dan membantu mereka yang memang sangat butuh merasakan kasih sayang.Anak jalanan yang pada malam hari harus ngamen, mengemis dan ketika lelah tidur di pinggirjalan diterpa dinginnya angin malam.Pasangan kakek dan nenek tua renta yang hanya makan nasi sekali sehari dan selebihnya singkong atau bahkan mengorek sisa nasi bungkus untuk dimakan.Mereka yang hanya untuk memenuhi kebutuhan perut harus main alif-alifan dengan petugas keamanan.Pengais sampah untuk menemukan bahan yang laku di jual agar hidup bisa berlanjut.Mereka hanya mendapat perhatian jika ada pilkada, pemilu, bulan puasa atau hari raya, yang jika dikumpulkan semuanya maksimal 1 bulan, dan 11 bulan lainnya adalah kesengsaraan. Sementara wakil kita juga selalu sibuk mengurusi urusan besar-besar.Pilu rasanya melihat negeri ini, padahal kita mempunyai tanah yang subur, sumber yang melimpah.Tapi apa mau dikata, sebagian dari kita hanya bisa protes.Orang-orang pintar protes saat BLT disalurkan.Mereka kasi petuah "jangan memberikan ikan, lebih baik kasi pancing supaya dia bisa bertahan karena sudah punya modal yaitu pancing". Lucu, katanya orang pintar, tapi kok orang sudak kelaparan dikasi pancing.Lha kalau mancingnya nggak dapat-dapat, orang yang disumbang pancing keburu mati. Tak mesti menyumbang dengan jumlah besar dan di photo-photo saat kasi sumbangan.Sekecil apapun yang bisa kita sumbangkan akan berarti bagi mereka.Mungkin bagi kita uang Rp.5000 tak berarti, tapi bagi mereka untuk mendapatkan uang sebanyak itu harus menjual sampah plastik hingga 2,5 kg. Mari rencakan apa yang bisa disumbangkan di hari Valentine yang sudah semakin dekat, arahkan kepada hal yang memang membuktikan kita sebagai pencinta Valentine tidak sebatas pada asalmula adanya Valentine.

Senin, 25 Januari 2010

Blogger Traffic

Mungkin anda heran dengan judul ini.Tapi judul ini terlahir dari pengalaman menyambangi dunia maya mencari informasi.Demi mendongkrak traffict pengunjung, kadang blogger tanpa pikir panjang tuliskan keyword asal kren.Maksudnya ia tulis keyword yang paling populer, seperti sex, bugil, atau kabar yang lagi tren seperti kenaikan gaji, bank centuri dll.Tapi betapa kecewanya visitor ketika melihat isinya bukan seperti yang ia harapkan.Kontan saja membuat jengkel karena sebenarnya seseorang mungkin sangat membutuhkan informasi.Belum lagi situs keroyokan, yang terjadi karena copas.Seorang blogger untuk mendongkrak pengunjung, lantas tanpa malu-malu melakukan copas baik dengan cara legal (di izinkan oleh penulis aslinya) atau dengan cara illegal atau bahkan ada yang dengan cara paksa.Cara paksa yang dimaksud disini bahwa sebenarnya tidak ada izin copas dan tidak diperbolehkan klik kanan untuk copy tapi tetap dicopy melalui software khusus.Aapa tidak ada lagi cara yang lebih bermartabat untuk menaikkan traffict selain membohongi visitor.Kecewa sekali rasanya, jika judul yang ada di search engine berbeda dengan apa yang didapati di dalam halaman situs.Blogger seperti ini pantas di juluki blogger traffict.

Minggu, 24 Januari 2010

ATM bobol ambil hikmahnya

Hingga hari ini angka pembobolan ATM sudah mencapai Rp.5.000.000.000.Suatu angka yang cukup pantastis jika dibaca oleh kalangan menengah kebawah, kalangan yang mendominasi penduduk negeri ini.Ada yang kena bobol hingga Rp.250.000.000.Padahal mungkin orang ini, jika dimintai sedekah oleh orang miskin yang lewat didepan rumahnya atau ia sendiri dengan mobil mewah melewati pengemis jalanan selalu ada saja alasan untuk tidak memberi.Alasannya mengikuti anjuran pemerintah daerahlah agar tidak memberi uang ke pengemis, agar pengemis jera dan tidak bertambah jumlah mereka.Atau dalam hatinya mengatakan dasar orang malas, atau selalu saja mengeluh masih butuh uang untuk modal kerja.Kita mungkin pernah menyaksikan orang pelit sewaktu diminta bersedekah selalu saja ada alasannya bahwa ia tak punya uang, tapi baru ketahuan banyak uangnya ketika telah di curi orang, dan ternyata uangnya banyak.Ini bisa saja terjadi bukan hanya pada orang yang kurang ilmu agamanya, tetapi bahkan orang yang menyandang gelar kemuliaan agama pun bisa melakukannya.Padahal Allah sudah menyindir orang seperti ini dalam Surat At-Takasur :
Al haqumuttaktsur, hatta zur tumul maqobir yang kira-kira artinya, Nyatalah mereka terlena dengan mengumpul/menumpuk harta, hingga mereka masuk ke liang kubur (mati).Sadarilah bahwa mungkin uang yg dibobol itu sebenarnya disana ada hak orang fakir dan miskin, yang tidak pernah anda berikan.Agama manapun tak pernah mengajarkan untuk pelit.Bahkan dalam islam ada hadits; Orang bakhil( pelit ) itu musuh Allah, sekalipun ia orang alim.Nasrani juga selalu mengajarkan dan mengagungkan "kasih".Sekarang tinggal terserah kita, mau ambil hikmahnya atau tidak dari kejadian ini.Bukan saja bagi orang yang sudah di bobol ATM nya, tetapi juga bagi kita yang belum.Hilangkan kebiasaan membagi susah pada oranglain, tetapi diam manakala kita senang.

Jumat, 22 Januari 2010

Prosedur pelayanan Bimbingan Konseling

Sudah begitu lama tertanam dihati sebagian besar guru bahwasanya setiap ada masalah yang dihadapi siswa langsung di serahkan ke BK untuk menanganinya.Lihatlah misalnya jika terjadi masalah sperti; siswa terlamabat, siswa berkelahi, siswa cabut, siswa merokok dll, maka dengan begitu ringan guru menyuruh siswa untuk menghadap ke petugas BK.Padahal prosedur pelayanan BK bukanlah seperti itu.Hal ini sebenarnya terjadi karena kurang mengertinya guru akan tugas BK, dan bahkan Kepala Sekolah pun sebagian ada yang berpendapat sama.Kalau kita tilik lebih jauh lagi, termasuk juga karena guru BK tidak aktif dalam mengenalkan BK kepada guru Bidang Study maupun kepada Kepala Sekolah beserta perangkatnya.Jika ditilik lebih dalam lagi ternyata juga guru BK nya yang kurang memahami tugasnya dan kurang mampu menjalankan tugasnya.Guru BK seperti ini kebanyakan guru BK yang bukan berasal dari original jurusan BK.Pada zaman sebelum reformasi, dimana pengaruh KKN masih kuat, banyak sekali lulusan utk guru BK ternyata dari jurusan Administrasi Sekolah dan Pendidikan Luar Sekolah, sementara guru BK sedikit sekali yang bisa lulus testing pada saat itu, meskipun kualifikasi yang diminta sebenarnya adalah jurusan BK.Hasilnya tentu seperti yang kita lihat selama ini, setiap ada masalah siswa, lantas siswa di kirim ke BK.Dan BK menangani dengan cara yang lucu pula, memarahi siswa atau bahkan dengan menyetrap, memukul atau bahkan mengeluarkan kata-kata yang merendahkan martabat siswa dan meskipun masalah terselesaikan pada saat itu, hanya karena siswa takut, bukan atas kesadaran sendiri.Diakhiri dengan membuat surat perjanjian, padahal sebenarnya tidak ada kamusnya guru BK menangani siswa dengan surat perjanjian, melainkan komitmen setelah ditemukan alternatif pemecahan masalah, diman siswa punya komitmen untuk mencoba melaksanakan satu dari beberapa alternatif yang dipilihnya.Mengenai prosedur penangan, maka yang pertama sekali menangani masalah siswa adalah guru yang mengajar pada saat itu, kemudian jika masih terulang, maka diserahkan ke Wali Kelas.Jika wali kelas juga tidak bisa menyelesaikan masalah, barulah diserahkan ke BK.Hal ini selain untuk menjaga wibawa guru dan wali kelas juga agar BK tidak melulu prioritas menangani siswa bermasalah, tetapi juga punya kesempatan menggali potensi siswa berbakat agar bisa mencapai hasil optimal.