Rabu, 08 Agustus 2012

"Tahun ajaran baru" tiba

Tahun Ajaran baru telah tiba yaitu Tahun Ajaran 2012/2013.Seperti biasa kita tentu telah mempersipkan diri untuk menghadapainya.Persipan kita tidak terlepas dari apa yang telah kita programkan untuk satu tahun ke depan.
Jika kita belum ada kesempatan untuk masuk kelas secara terjadwal, maka seperti biasa kita akan melaksanakan layanan secara insidental dan mengambil kesempatan pada jam -jam yang lowong antara lain karena ada guru bidang study yg berhalangan, atau dengan merencanakan pertemuan dengan konseli di ruang BK.
Tapi jika kita sudah punya kesempatan masuk kelas secara terjadwal, maka pekerjaan kita rasanya akan semakin bertambah namun juga semakin terarah.
Untuk itu jangan lupa melaksanakan kegiatan yang mampu mendongkrak kinerja kita secara lebih profesional antara lain dengan melaksanakan;
-Sosiometri
  Dengan data sosiometri, kita bisa menemukan beberapa masalah yg di hadapi konseli dan merencanakan penangannya.
-Test , seperti test Who Am I, dengan ini kita bisa menemukan sebagian masalah pribadi konseli.
-Wawancara
-Observasi
-Test Kepribadian, (kalau memungkinkan)
-Bagi yg punya kemampuan beli , tentu menggunakan AUM
Intinya , ternyata begitu banyak yang bisa kita perbuat tergantung kreatifitas dan kemauan kita.
Selamat datang, Tahun Ajaran Baru, mudah-mudahan tambah semangat.

Kamis, 26 Juli 2012

Akibat kegamangan kita

UKG bulan ini seolah membuat gempar di kalangan guru.Apa sih UKG itu?UKG (Uji KOmpetensi Guru) konon kabarnya muncul di awalnya untuk menilai guru yg sudaha di sertifikasi dan mendapat tambahan gaji, dan hasil dari UKG berpengaruh ke status sertifikasi.Tapi saat ini, jelas kami terima informasi sewaktu mengikuti arahan di disdik medan, bahwa UKG di laksanakan hanya untuk kepentingan pemetaan.Jadi tidak ada kaitannya dengan status sertifikat.Maka clear lah masalahnya.
Mengapa hal ini seperti momok yang membuat kita gamang?Karena kita belum dan kurang kemauan untuk menerima perubahan.Di satu sisi kita menyalahkan mereka kok sampai Ijazah nggak selesai padahal ujian udah 4 bulan berlalu, kita mencela mereka.Tapi di sisi lain kita sendiri banyak yg tidak siap kalau di hadapkan dengan komputer dan internet.Padahal masalahnya tidak seberat yg kita bayangkan.Kita tentu pernah mengajarkan motivasi pada anak didik kita seperti ini: "JIKA ANDA BERPIKIR BISA, MAKA ANDA BISA", .Lantas kenapa kita sendiri tidak memegang teguh motivasi itu?
Yakinlah, komputer dan internet itu nggak seberat lari 1 kilometer, nggak seberat nulis satu buku tulis.Lagi pula pada saat ujian nanti, kita di sediakan tutor yang akan membimbing kita sampai kita bisa menjalankannya kok.
Percayalah , jika ada orang yang bisa, maka kita harus yakin bahwa kita bisa.Dan itu terbukti pada teman-teman saya guru.

Sabtu, 14 Juli 2012

Salah urus

Miris memang negeri ini.Entah apa yang ada di benak mereka para wakil rakyat dan pengambil keputusan itu.
Hambalang menampakkan pada kita betapa negeri ini seperti salah urus.Dengan alasan meningkatkan prestasi di bidang olahraga, untuk mengharumkan nama bangsa.Padahal begitu banyak rakyat yang masih makan nasi aking.Ada yang sakit tidak di layani berobat di Rumah Sakit karena tidak punya uang.Masih banyak gedung sekolah yang reot, bahkan ada yang belajar di bekas kandang lembu.Lain lagi urusan yang tak kunjung selesai.Lihatlah jaman ini.Teknologi semakin canggih, tapi hasil kerja semakin lama.Ujian Nasional (UN) sudah di laksanakan bulan April, tapi Ijazah selesai paling cepat bulan Juli, duhhhh,,,apa gerangan.
Lihat juga E-KTP.Kata "beliau" kalau E.KTP tidak selesai bulan Desember ( 2011 maksudnya), saya mengundurkan diri dari menteri", tapi apa mau di kata.Saya sudah di Photo E-KTP pada bulan Nopember 2011, sampai saat ini (Juli 2012) belum selesai juga tuh.Mereka mungkin pakai Kopmputer jadul ya?
Memang benarlah istilah "The Man behind the Gun" itu.Dalam kaitannya dengan ini, bagaimanapun canggihnya teknologi, tergantung pemakainya juga.
Lihat pula Universitas mereka ( saya nggak berani bilang kita karena saya tak punya kesanggupan dana menghantar anak sampai kesana), biayanya cukup membuat terperangah.
Tapi heran, UUPTN seolah menghiba memminta belas kasih untuk menyediakan 20 % kursi kuliah itu bagi kalangan rendah.Lantas yang 80% lagi milik siapa?, sudah arang tentu bagi mereka yang mampu membayar "DANA PEMBANGUNAN" yang di minta.
Wakil mereka di mana?(maaf sekali lagi saya sebut wakil mereka, karena saya merasa tidak terwakili, meski mereka bisa duduk di sana atas bantuan saya di 2009 dulu).
Entah apa yang mereka dapat dari studi banding ke luar negeri itu.Entah apa yang mereka perjuangkan terhadap hak rakyat yang menyangkut hajat hidup orang banyak.Mereka sibuk dengan proyek, proyek gedung DPR, proyek Hambalang, proyek pengadaan Al-Qur,an, pengadaan Komputer, renovasi ruang banggar, proyek percepatan pembangunan, yang ternyata hanya jalan pintas mengeruk uang negara yang notabene uang rakyat.
Saat ini setiap masuk kelas, saya hampir tidak berani lagi mengajarkan supaya murid saya jujur.Pasalnya suatu hari saya pernah bertemu dengan siswa saya yang sudah selesai menerima pengumuman seleksi PTN berkata;
"Kok gitu ya Pak? saya mengikuti Test di ........, kami diminta 80 jt.Kami 12 orang, yang mau bayar 1 orang, dan nyatanya memang dia satu itu yang lulus".Ketika saya tanya tentang SNMPTN, di jawab, "saya lulus pak, tapi kami nggak punya uang untuk Dana Pembangunan".
???????????????????????????.........................Ya Tuhan, hanya kau yang tau.

Seperti menumpang di negeri sendiri

Post kali ini berbicara tentang dunia pendidikan lagi.Semakin nyata kita kembali ke zaman penjajahan Belanda saat mana pendidikan dibagi menjadi dua (dualisme pendidikan) yaitu untuk kalangan rakyat jelata dan kaum bangsawan dan ningrat.Tapi sekarang rasanya malah lebih parah dan menyakitkan hati karena malah sudah membedakan untuk si kaya dan si miskin.Lihatlah biaya pendidikan berikut ini:
Ini di ambil sebagai contoh dari 2 (dua) Universitas Negeri, sebagai sample, dan yang lainnya hampir sama.
Memang sih ada bidik misi untuk orang miskin.Tapi bagaimana dgn yang lain?.
Padahal kan yang mengajar di sana di gaji pemerintah dengan uang rakyat, universitasnya milik negara yang di biayai juga pakai uang rakyat.Lantas kok yang boleh masuk kesana tidak semua rakyat?
Hanya kalangan berduit yang bisa masuk.Bagi yang lain, hanya bisa gigit jari.Karena baru melihat biayanya sudah urungkan niat.

Selasa, 12 Juni 2012

Pentingnya mencatat kegiatan

Sebagai guru BK, sudah barang tentu harus bekerja lebih maksimalagar mendapatkan hasil yang maksimal pula.Maksimal pencapaian hasil kerja dan maksimal dalam kepuasan kerja.Ada kalanya kita menganggap apa yang kita lakukan sudah cukup, hanya dengan menangani siswa, dan melupakan betapa pentingnya mencatat atau membuat laporan dari apa yang telah kita kerjakan.
Sekedar di ingat, kita tentu punya tanggungjawab kepada pekerjaan kita dan juga kepada atasan kita apakah Kepala Sekolah atau Pengawas, dan bentuk tanggungjawab itu di sebut akuntabel jika kita bisa menunjukkan bukti bahwa kita memang bekerja.
Sungguh lucu rasanya kalau suatu saat kita di periksa oleh pengawas akan hasil kerja kita, kita hanya bisa;
-bilang , hari itu pak banyak kali siswa yang sudah saya tangani
-Ada lagi pak dulu siswa saya bandel kali, tapi udah berubah
-pernah ada yang berantam, sudah dame kok pak
tapi ketika di tanya catatan kita, kita hanya bisa bilang;
  - "aduh pak, itu dia, saya nggak nyatat, nggak saya bukukan pak"
  - atau berbohong," kek mana ya pak, catatan saya nggak di bawa, tinggal di rumah"
     atau "catatan saya dipinjam si anu"
Kita akan di nilai tidak bekerja.
Apa mau di kata, memang harus begitu.Teman saya pernah tanya, apa setiap melakukan bimbingan kelompok atau konseling, kita harus buat skenario?
Saya jawab, kata tutor saya waktu PLPG harus di buat.
Dia tanya lagi, jadi kita seperti sutradara ya?
Saya jawab, mungkin seperti itu.
Ihhh...capek kali (gumamnya)
Ya apa boleh buat, balas saya lagi.
Kalau mau urusan lancar.
Dan memang begitu adanya.
Kalau pengawas datang, kita bisa tunjukkan catatan kerja kita, biasanya meskipun tidak memuaskan, tapi mereka suka, karena mereka menganggap kita memang kerja.
Mengenai model dan unsur-unsurnya, kita bisa langsung tanya ke pengawas masing-masing.
Maklum, lain pengawas bisa lain juga maunya.

Kamis, 31 Mei 2012

Guru Goblok

Maaf, Judul ini bukan untuk anda, tetapi hanya curhat jika anda sudi membacanya.Pengalaman ini kini terulang lagi.Di awali dari waktu kuliah DIII dulu dengan keyakinan menggebu akan kejujuran di negeri ini, aku mendapat rangking 1 tiap semester.Aku ingat betul sewaktu ada pengarahan di Opspek.Katanya bagi mahasiswa yang berprestasi nanti pengangkatan tugas Dinasnya akan di Perkotaan.Tapi apa lacur, dengan nilai tertinggi lulusan di kelas kami waktu itu, jangankan di perkotaan, di tempatkan saja tidak.IP ku tamat 3.10 tetapi yang dapat penempatan malah yang termasuk nilai pas-pasan 1.75.
Sekarang terjadi pada anakku.Kusekolahkan di sekolah RSBI, aku mengeluarkan biaya rata-rata Rp.2.000.000/perbulan termasuk biaya asrama.Les Pra UN, Intensif ke SNMPTN makan biaya hingga 7 juta.Anakku ini sama semangat dan tabiat belajarnya dengan aku.Singkat cerita ia mencoba mengikuti test masuk PT yang kedinasan.Ia dan aku berharap nanti kalau sudah selesai kuliahnya ia langsung bisa kerja, mengurangi beban biaya agar adiknya juga bisa sekolah yang baik.Tapi aku kasihan.Ia pernah bilang begini; "kayaknya memang betul ya yah, kami ada yang nawari 80 juta kalau mau lulus.Kami kan banyak yang ikut dari sekolah kami, yang lulus ya cuma satu, katanya dia mau bayar yang 80 juta itu".
Hatiku terenyuh, aku mau bilang apa.Aku begitu kuat menanamkan kejujuran pada semua anakku, tapi kalau sudah begini aku bingung menjawab apa.Sampai aku terpikir, ternyata aku ini guru goblok.Masih sok idealis, padahal isu itu sudah lama ku dengar.Bahkan pernah kawanku guru bilang gini" kek mana bapak ni, masuk SMP /SMA Negeri aja sekarang pasaran bisa sampai 10.juta, apalagi ke STT atau PTN pavorit, ratusan juta lah".Cita-cita anakkku yang begitu tinggi terhempas oleh ketamakan dan keserakahan.Aku kembali teringat peristiwaku dulu.Sebagai guru BK aku juga tak kuat melihat kekecewaan itu.Hari ini aku menunda untuk menyampaikan materi kepada siswa ku tentang bakat dan minat.Karena aku berfikir, aku akan membohongi siswaku, mengajari mereka untuk memilih , karena akan terhempas oleh para durjana itu.Jika itu betul adanya, aku berpikir aku takkan lagi mengajarkan Bimbingan karir pada siswaku menyangkut sekolah lanjutan, kalau nantinya malah aku di cemoohkan oleh mereka dan bilang apa yang ku ajarkan adalah bohong, tetap saja duit yang bicara.Dan makin jauh rasanya orang-orang seperti aku ini bisa mencintai negeri ini, kalau PTN itu sepertinya bukan milik negara, tetapi di peruntukkan untuk orang-orang berduit.
Ternyata aku ini Goblok, masih sok idealis.Terimakasih bagi yang membaca sampai di sini.

Selasa, 29 Mei 2012

Hal-hal penting saat mengikuti PLPG

PLPG - Pendidikan dan Latihan Profesi Guru, mungkin menjadi momok bagi kebanyakan guru apalagi yang akan mengikutinya, karena begitu banyak menimbulkan masalah apalagi bagi yang selama melaksanakan tugas kurang mengerti dengan tugasnya, maupun bagi guru yang aktif bertugas dengan baik tetapi kurang mengerti methode mengajar dan membuat laporan kerja.
Kita semua tentu sudah banyak mendengar pengalaman dari kawan-kawan yang sudah mengalaminya dan saya tidak akan membahasnya lagi.Posting kali ini saya hanya ingin memberikan tips, berupa hal-hal yang penting bagi kawan-kawan yang akan mengikuti PLPG, sehingga masalah bisa di minimalisir, di antaranya:
1.Jaga Kesehatan, tentu saja hal ini yang sangat tidak boleh di abaikan karena PLPG banyak menguras tenaga maupun pikiran.Tidak ada alasan sakit, berhalangan, karena jika ini terjadi maka anda akan otomatis gugur.Untuk itu, sewaktu mengikuti PLPG usahakanlah bagaimana caranya, apakah menambah makanan yg bergizi, makan suplemen dll, tetapi tetap menurut porsi dan takaran yang di anjurkan.
2.Siapkan mental anda;
   -Jangan mudah menyerah terhadap tugas yang di berikan.
   -Jangan gampang putus asa, anda tidak sendiri, ada teman lain.
   -Tetaplah tenang, "kerjakan" bukan "pikirkan", artinya seandainya pun anda kena marah, di sudutkan oleh  tutor, jangan pikirkan macam-macam yang tak ada kaitannya, tetapi kerjakan, dan mintalah bantuan kawan.Istilah saya "cuek", tujuannya agar tidak membebani pikiran.
   -Jangan malu bertanya, setidaknya setiap hari anda mengajukan pertanyaan sebanyak 1 kali dan usahakan yang sesuai topik, karena bertanya mendapat nilai tambah dari tutor.
3.Dalam praktek mengajar (micro teaching), upayakan alat peraga anda sebaik mungkin. Tidak mesti mahal, tetapi unik misalnya dan seseuai dengan topik yang sedang anda ajarkan.Kalau anda lumayan bisa mengoperasikan komputer dan bisa menggunakan media misalnya ;power point, animasi, atau vcd tentu anda kan lebih mudah dalam hal pembuatan media yang lebih menarik.
4.Ikutilah irama tutor.
   Mungkin anda merasa apa yang di sampaikan tutor, beda dengan apa yang anda ketahui karena anda juga mungkin sudah biasa menjadi tutor di MGBK, atau anda pengawas, sebaiknya anda mengikuti apa yang di sampaikan tutor, sebab rasionalnya, tutor itu pasti juga punya ilmu yang akurat, apalagi mereka sudah berstatus dosen.Jika anda tidak bisa menahan diri, anda bisa bertanya dengan cara sharing, misalnya anda bertanya; maaf pak/buk, "saya pernah belajar tentang ini.........", atau" saya biasa praktekkan begini..........." bagaimana menurut pendapat Bapak/Ibu?.Ini menjaga agar Tutor merasa bahwa ia tidak di bantah.
5.Dalam hal penyelesaian tugas yang di berikan, ikut apa yang di suruh.Kalau di suruh harus di tulis tangan, maka anda harus kerjakan dengan tulis tangan, bahkan ada sebagian Tutor yang tak mau tulisan tangan berbeda antara tugas yang satu dengan yang lain.Maka untuk amannya mungkin anda boleh sekedar bergurau, " minta tolong di tulis pacar boleh nggak Buk/Pak?
Seberapapun anda bisa,maka tugas yang di suruh harus anda kerjakan dan serahkan tepat waktu.Jangan sampai ada tugas yang tidak anda serahkan.
6.Jangan pernah terlambat hadir, baik di awal (pagi) atau di hujung waktu istirahat, karena kehadiran sangat menentukan.
7.Menjawab ujian tulis yg pakai LJK.
Sebagian kita mungkin selama ini ada yang mmoh/ogah kalau di suruh ngawas UN/UASBN, sehingga kurang mengerti cara mengisi LJK, maka anda perlu berhati-hati, sebaiknya anda pelajari.Gampangnya tanya aja sama anak anda atau adik anda yang udah tamat SD, pasti mereka tau.
Saya rasa itu yang paling penting, tentu jika ada yang mau menambahkan, anda bisa tambahkan melalui  halaman komentar.Terimakasih anda sudah berkunjung.